Sabtu, 21 Januari 2012

Cara Menghitung Nilai Resistor Pada LED

LED adalah salah satu jenis dioda maka LED memiliki 2 kutub yaitu anoda dan katoda. Dalam  hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari  anoda menuju katoda. Pemasangan kutub LED tidak boleh terebalik karena apabila terbalik kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala. Led memiliki karakteristik berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan. Semakin tinggi arus yang mengalir pada led maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun perlu diperhatikan bahwa besarnya arus yang diperbolehkan 10mA-20mA dan pada tegangan 1,6V –  3,5 V tergantung karakter warna yang dihasilkan. Apabila arus yang mengalir lebih dari 20mA maka led akan terbakar. Untuk menjaga agar LED tidak terbakar perlu kita gunakan resistor sebagai penghambat arus.

Tegangan kerja / jatuh  pada sebuah LED menurut warna yang dihasilkan adalah sbb :
  • Infra merah : 1,6 V
  • Merah : 1,8 V – 2,1 V
  • Oranye : 2,2 V
  • Kuning : 2,4 V
  • Hijau : 2,6 V
  • Biru : 3,0 V – 3,5 V
  • Putih : 3,0 – 3,6 V
  • Ultraviolet : 3,5 V
Mengacu data di atas maka Apabila kita ingin mencari nilai resistor pada LED dapat anda gunakan rumus berikut

R =(Vs-Vd) / I

dimana:
R = Resistor
I  = Arus LED
Vs = Tegangan sumber( bisa battery 12V, atau sumber tegangan lainnya).
Vd = Tegangan kerja LED


 Contoh :
Misal kita mempunyai sebuah LED warna merah (tegangan kerja 1,8 Volt) yang akan dinyalakan menggunakan  sumber tegangan 12Volt maka kita harus mencari nilai resistor yang akan dihubungkan secara seri dengan LED.

Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan adalah 20mA Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa tegangan yang digunakan  (Vs) : 12V, tegangan kerja LED : 1,8V, dan Arus LED : 20mA = 0,02Ampere.  maka R = (12-1,8) / 0,02 = 510 ohm

dengan cara yang sama  jika LED yang di gunakan warna biru maka:
R LED Biru = (12V – 3V) / 0.02 A = 450 ohm


Menghitung resistor secara seri :

jika LED di pasang seri maka tegangan kerja LED adalah penjumlahan dari keseluruhan LED yang di seri  tersebut, dalam contoh berukut di perlihatka 3 buah LED warna kuning yang di pasang seri, jika tegangan sumber masih sama 12V maka maka:

R = (12V – (2,4V+2,4V+2,4V)) / 0.02 A
R = (12V – 9.6 V) / 0.02 A = 120 ohm

11 komentar:

  1. Salam kenal artikelnya bagus

    Salam
    http://technosains.com

    BalasHapus
  2. ada link nih agan2 buat ngitungnya
    http://led.linear1.org/led.wiz

    BalasHapus
  3. jka YANG 12v itu diganti dengan 5v bisa apa enggk kang? lalu nilai resistornya berapa? klo sy hitung menurut analisa diatas, berarti resistornya adalah -350 ohms. sedangkan led yg digunakan adalah warna putih (3.0-3.6 V) pertanyaan selanjutnya, apakah ada resistor yg nilainya -350 ohm? bagaimana caranya jika voltase yg ada (5 V) bisa menyalakan 4 led sekaligus? terima kasih sebelumnya. mohon dibimbing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut berkomentar. Tentu saja asalkan tegangan sumber tidak lebih kecil dari tegangan kerja LED. Hambatan tidak dapat bernilai negatif, jika diperhitungan menghasilkan nilai negatif berarti efek di dunia nyatanya lampu LED tidak dapat menyala (karena tegangan sumber lebih kecil dari tegangan kerja LED). Untuk menyalakan 4 LED sekaligus dengan tegangan 5V dapat dilakukan secara paralel ("inti paralel adalah tegangan akan tetap")

      Hapus
  4. Kalau voltase kecil lebih baik LED di paralel pemasangannya, sehingga kita bisa pakai resistor tidak minus ketika kita hitung R-nya, dan kita bisa pasang berapa pun banyaknya LED yg kita ingin kan. keuntungan pasang LED secara paralel, yaitu ketika 1 LED mati tidak LED yang lain tetap menyala.

    BalasHapus
  5. Kalo Led yang untuk Lampu senter dengan bentuk fisik agak besar itu berapa volt ya maksimal. saya baru saja mencoba dengan tegangan aki kering 6 volt menyala 1 menit kemudian mati.

    Setiyono
    princsetiy@yahoo.com
    www.jayabhaya.com
    From : Yogyakarta Special Region

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gunakan resistor untuk membagi tegangan dan menurunkan arus sehingga LED tidak putus(kelebihan tegangan) dan terbakar(kelebihan arus). Ketika membeli LED, tanyakan kepada penjualnya seperti tegangan kerja LED dan arus max yang dapat digunakan LED. Jika pedagang tidak tahu, gunakan multimeter untuk mengukur arus yang melewati LED

      Hapus
  6. Maaf mas mau tanya, saya pengen pasang 2 buah lampu LED warna putih di motor dengan paralel,apa bisa?. Resistornya berapa Ohm ya?
    Apakah harus dipasang resistor satu per satu jika disusun paralel?
    . Mohon bantuan dan ilmunya. Terimakasih.

    BalasHapus
  7. Kalo ps nya 12v 1 ampere, cara menghitung nya gmn?
    Ane coba ngikutin metode itu, tp kq LED nya jd redup gtu ya...??

    BalasHapus
  8. misal saya pakai 6 buah lampu led warna biru pakai resitor mana kok saya bingung hitungnya dengan rangkaian seri,karna 12-18= - 6
    trus di bagi 0.002 = -300 ohm apa memang ada seperti itu mohon bantuanya


    dan kunjungin balik ya
    Pallet murah berkualitas untuk perusaha'an anda
    ingin jual pulsa,atau di pakai sendiri?

    BalasHapus
  9. mas..saya udah buat lampu rem dan lampu senja dari lampu led..lampu led yg saya pakai led super bright clear warna merah..tpi hasil nya kurang terang..pa lgi di lmpu senja nya..saya memakai 1 resistor 670 utk 4 lampu led di rangkai seri..jd saya memakai 5 resistor utk 20 bh lampu led..aki motor nya 12v - 5 Ah..motor nya yamaha jupiter z thun 2004

    sekalian mau nya rumus utk menghitung resistor..

    R = (vs - vd)/ i

    R= ( v - (4 x v led)) / 0.02

    ( 12 - (4 x 3.0) ) / 0.02

    ( 12 - ( 12 ) / 0.02

    0 / 0.02
    R = 0

    Betulllkkaahhh begitu cra nya massss..

    mohon maaf sebelum nya..saya mau belajar masss..

    BalasHapus